Kamis, 27 September 2012

PADI LOKAL BISA 7 TON PER HEKTAR, INI BARU LUAR BIASA

PADI LOKAL BISA 7 TON PER HEKTAR, INI BARU LUAR BIASA


Dalam Foto Yang Di tengah adalah Bp. Hana Indra Kusuma, selaku Direktur Utana PT Natural Nusantara Main Distributor Crystal X.

Potensi Padi Jenis Lokal ternyata tidak kalah dibandingkan dengan padi Hybrida. Selama ini padi lokal dinilai mempunyai rasa yang enak namun produktivitasnya rendah. Namun jika kita penuhi syarat pertumbuhannya, baik berupa nutrisi, air, musim dan pengelolaan yang benar, kita bisa buktikan bahwa padi lokal juga bisa berproduksi tinggi. 
Itulah yang telah dibuktikan oleh Petani mitra NASA, yaitu Bapak Mangku dari Yogyakarta yang bisa memanen lebih dari 7 ton per hektar. Panen Padi Lokal  ini berlangsung pada suatu pagi yang cerah pada tanggal 8 Mei 2012 tepatnya di Kalurahan Sorosutan, Kec. Umbul Harjo, Kota Yogyakarta yang juga dihadiri oleh Direktur Utama NASA, Bapak Ir. Hana Indra Kusuma, MP, Camat Umbul Harjo dan Staff serta Lurah Sorosutan.
Ayo kembangkan Varietes Padi Asli Indonesia dengan Teknologi NASA untuk kemandirian dan Kedaulatan Pangan Indonesia.

Tentu saja, pemupukan dengan mengikuti rekomendasi PPL setempat dan ditambah dengan POC NASA, HORMONIK, SUPER NASA dan Power Nutrisi


Beternak Ayam Kampung Super

 
POC NASA, Viterna dan Hormonik adalah suplemen makanan untuk meningkatkan mutu daging ayam, menekan angka kematian, dan mempercepat masa panen. 

Kebutuhan daging ayam kampung dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan. Selain didasarkan rasa dan kualitas daging ayam kampung yang lebih gurih dengan tekstur daging yang lebih kenyal, tidak lembek akan meningkatkan cita rasa masakan ayam kampung, dari segi kesehatan pun lebih baik terutama kandungan protein daging ayam kampung yang lebih tinggi dibandingkan kolesterolnya. Hal ini menyebabkan ternak ayam kampung menjadi bisnis yang cukup potensial dan menjanjikan.

Dengan pola pemeliharaan yang tidak terlalu rumit, dimana lahan yang tidak terlalu luas pun dapat dijadikan tempat kandang ayam, baik model alas kandang langsung tanah ataupun kandang berbentuk panggung. Meskipun demikian, kendala yang dihadapi para peternak ayam kampung adalah lambatnya pertumbuhan ayam kampung yang bisa membutuhkan 4-6 bulan untuk menghasilkan bobot badan 1 kg. Hal ini berbeda dengan ayam broiler yang bisa panen dalam waktu 35-40 hari saja. Namun saat ini persoalan tersebut sudah bisa diatasi dengan kehadiran jenis ayam kampung super atau ayam jawa super yang merupakan hasil persilangan antara pejantan ayam kampung lokal dengan indukan ayam ras yang memiliki sifat pertumbuhan yang cepat, sehingga anakannya pun memiliki pertumbuhan yang cepat juga, tetapi secara fisik seperti warna bulu, bentuk tubuh dan daging tetap menunjukkan jenis ayam kampung. Ternak ayam kampung super dikatakan lebih menjanjikan karena dalam masa pemeliharaan 45 sampai 60 hari, ayam kampung super sudah bisa dipanen dengan berat rata-rata 0,8 – 1 kg per ekornya. Sehingga dalam 1 tahun para peternak ayam kampung super dapat memelihara 4-5 periode. Dengan demikian penghasilan yang akan diperoleh peternak pun akan lebih banyak sesuai dengan jumlah periode pemeliharaan yang dilakukan.

Masa panen ternak ayam kampung super yang lebih singkat tersebut, hal ini memberikan banyak keuntungan diantaranya resiko kematian yang kecil dan menghemat biaya pemeliharaan termasuk pakan ayam. Dari segi harga jual, ayam kampung harganya lebih tinggi dibandingkan dengan ayam broiler, berkisar dari 20 ribu sampai 25 ribu per kilogram. Tergantung pada keadaan pasar yaitu jumlah permintaan dan pemenuhan daging ayam kampung yang terjadi di pasaran, baik pasar tradisional maupun pemenuhan produk daging ayam kampung di pasar-pasar modern seperti swalayan atau supermarket. Powered by Crystal X