Senin, 01 Oktober 2012

BERTANAM PADI DI POLIBAG

Sebagaimana yang telah kita tahu semua, ternyata bahwa setiap tahunnya kita kehilangan ribuan hektar lahan pertanian yang dialih fungsikan menjadi sarana perumahan, pertokoan, dan lain-lain. Ini tentu saja akan berpengaruh terhadap menurunnya hasil produksi pertanian terutama makanan pokok seperti padi/beras. Menanam padi dengan media polybag atau ember plastik yang akan saya paparkan nanti walaupun tidak menjadi solusi bagi penambahan lahan pertanian dan peningkatan hasil pertanian tapi diharapkan menjadi salah satu alternatif kalau terus diperdalam dan dikembangkan. Untuk lebih detilnya berikut tahapan budidaya bertanam padi di polibag yang bisa dilakukan:

1. PERSEMAIAN

kantong Plastik polibeg berdiameter 25-30 cm diisi campuran tanah dengan kompos (yang telah dicampur Natural GLIO)  sekira 70:30 setinggi 25 cm. Yang terbaik Tanah diambil dari sawah atau dari tempat lain yang tidak banyak mengandung pasir. Sebelum dimasukkan ke dalam polibag tanah dengan kompos diaduk merata dalam keadaan kering. Polibag bisa diganti dengan wadah plastik bekas cat 5 kg atau ember. Bagian bawah dilubangi untuk drainase air. Setelah polibag diisi media kemudian disiram dengan SUPERNASA. Seleksi benih yang bagus. Rendam benih di dalam larutan garam dan POC NASA. Akan ada benih yang mengapung dan tenggelam. Benih yang mengapung dibuang, benih yang tenggelam ditanam.

2. PENANAMAN

Benih yang sudah dipilih tadi ditanam satu polibag satu benih yang diletakkan di tengah-tengah. Sediakan satu polibeg untuk menanam bibit cadangan sebagai penyulam jika ada bibit yang mati. Setelah satu minggu tinggi tanaman sudah mencapai 7-10 cm.

3. PENGAIRAN

Praktis bertanam padi di polibag tidak membutuhkan penggenangan. Namun tanah harus dijaga tetap lembab atau basah dan tidak boleh kering. Cara menyiram bisa menggunakan alat penyiram air. Waktu penyiraman dilakukan saat teduh di waktu pagi atau sore (seperti menyiram tanaman hias).

4. PEMUPUKAN

Sejak awal tanah dalam polibeg sebagai tempat pertumbuhan akar sudah mengandung pupuk organik yang berasal dari kompos. Selama pertumbuhan vegetatif tanah harus dipupuk juga untuk mendapatkan hasil yang optimal. Pupuk yang digunakan bisa pupuk organik padat SUPERNASA atau cair. POC NASA dan HORMONIK atau GREENSTAR. Dosis bisa dilihat dilabel produk. Jika kondisi tanah awal kurang subur penggunaan urea atau pupuk majemuk NPK dianjurkan agar pertumbuhan bagus dan padi menghasilkan bulir yang berisi.

5. PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT

Manaejemn atau penanganan hama padi dalam polibag tidak akan terlalu sulit. Karena memang penanaman padinya skala kecil untuk pekarangan. Dianjurkan menggunakan pestisida nabati yaitu cairan pengendali hama yang dibuat dari bahan-bahan alami. Sebagai contoh, semut dan walang sangit bisa dikendalikan dengan menggunakan campuran bawang putih dan jahe yang dihaluskan kemudian dicampur dengan air atau pakai PESTONA atau BVR atau PENTANA.Dengan luas pekarangan 1000 m2 anda sekurangnya sudah mempunyai 10.000 polibeg padi. Dalam satu pot dengan pemupukan optimal dapat menghasilkan sekurangnya 1 – 2 ons atau 100 – 200 gram gabah per polibeg  Kalau 10.000 polibag, coba anda hitung sendiri..!! Ini artinya anda bisa menghasilkan sumber pangan utama sendiri. So sebenarnya, ketahanan pangan sesungguhnya sudah selayaknya dan dapat dengan mudah dilakukan dimulai dari keluarga.Powered by : Crystal X

Kamis, 27 September 2012

PADI LOKAL BISA 7 TON PER HEKTAR, INI BARU LUAR BIASA

PADI LOKAL BISA 7 TON PER HEKTAR, INI BARU LUAR BIASA


Dalam Foto Yang Di tengah adalah Bp. Hana Indra Kusuma, selaku Direktur Utana PT Natural Nusantara Main Distributor Crystal X.

Potensi Padi Jenis Lokal ternyata tidak kalah dibandingkan dengan padi Hybrida. Selama ini padi lokal dinilai mempunyai rasa yang enak namun produktivitasnya rendah. Namun jika kita penuhi syarat pertumbuhannya, baik berupa nutrisi, air, musim dan pengelolaan yang benar, kita bisa buktikan bahwa padi lokal juga bisa berproduksi tinggi. 
Itulah yang telah dibuktikan oleh Petani mitra NASA, yaitu Bapak Mangku dari Yogyakarta yang bisa memanen lebih dari 7 ton per hektar. Panen Padi Lokal  ini berlangsung pada suatu pagi yang cerah pada tanggal 8 Mei 2012 tepatnya di Kalurahan Sorosutan, Kec. Umbul Harjo, Kota Yogyakarta yang juga dihadiri oleh Direktur Utama NASA, Bapak Ir. Hana Indra Kusuma, MP, Camat Umbul Harjo dan Staff serta Lurah Sorosutan.
Ayo kembangkan Varietes Padi Asli Indonesia dengan Teknologi NASA untuk kemandirian dan Kedaulatan Pangan Indonesia.

Tentu saja, pemupukan dengan mengikuti rekomendasi PPL setempat dan ditambah dengan POC NASA, HORMONIK, SUPER NASA dan Power Nutrisi


Beternak Ayam Kampung Super

 
POC NASA, Viterna dan Hormonik adalah suplemen makanan untuk meningkatkan mutu daging ayam, menekan angka kematian, dan mempercepat masa panen. 

Kebutuhan daging ayam kampung dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan. Selain didasarkan rasa dan kualitas daging ayam kampung yang lebih gurih dengan tekstur daging yang lebih kenyal, tidak lembek akan meningkatkan cita rasa masakan ayam kampung, dari segi kesehatan pun lebih baik terutama kandungan protein daging ayam kampung yang lebih tinggi dibandingkan kolesterolnya. Hal ini menyebabkan ternak ayam kampung menjadi bisnis yang cukup potensial dan menjanjikan.

Dengan pola pemeliharaan yang tidak terlalu rumit, dimana lahan yang tidak terlalu luas pun dapat dijadikan tempat kandang ayam, baik model alas kandang langsung tanah ataupun kandang berbentuk panggung. Meskipun demikian, kendala yang dihadapi para peternak ayam kampung adalah lambatnya pertumbuhan ayam kampung yang bisa membutuhkan 4-6 bulan untuk menghasilkan bobot badan 1 kg. Hal ini berbeda dengan ayam broiler yang bisa panen dalam waktu 35-40 hari saja. Namun saat ini persoalan tersebut sudah bisa diatasi dengan kehadiran jenis ayam kampung super atau ayam jawa super yang merupakan hasil persilangan antara pejantan ayam kampung lokal dengan indukan ayam ras yang memiliki sifat pertumbuhan yang cepat, sehingga anakannya pun memiliki pertumbuhan yang cepat juga, tetapi secara fisik seperti warna bulu, bentuk tubuh dan daging tetap menunjukkan jenis ayam kampung. Ternak ayam kampung super dikatakan lebih menjanjikan karena dalam masa pemeliharaan 45 sampai 60 hari, ayam kampung super sudah bisa dipanen dengan berat rata-rata 0,8 – 1 kg per ekornya. Sehingga dalam 1 tahun para peternak ayam kampung super dapat memelihara 4-5 periode. Dengan demikian penghasilan yang akan diperoleh peternak pun akan lebih banyak sesuai dengan jumlah periode pemeliharaan yang dilakukan.

Masa panen ternak ayam kampung super yang lebih singkat tersebut, hal ini memberikan banyak keuntungan diantaranya resiko kematian yang kecil dan menghemat biaya pemeliharaan termasuk pakan ayam. Dari segi harga jual, ayam kampung harganya lebih tinggi dibandingkan dengan ayam broiler, berkisar dari 20 ribu sampai 25 ribu per kilogram. Tergantung pada keadaan pasar yaitu jumlah permintaan dan pemenuhan daging ayam kampung yang terjadi di pasaran, baik pasar tradisional maupun pemenuhan produk daging ayam kampung di pasar-pasar modern seperti swalayan atau supermarket. Powered by Crystal X

Senin, 04 Juni 2012

POC Nasa Di Batang Padi

Hujan Panas tidak menentu tidak menjadi alasan untuk sukses bertanam padi. Cuaca tidak bersahabat bagi orang laun, bagi petani NASA, enjoy aja!

Contohnya brikut ini: Kisah Pak Tani Tondo Yang menanam Padi dengan pupuk organik Cair Nasa, Super Nasa, Power Nutrition, Natural Glio Dan Pestona

Padinya varietas Ciherang yang ditanam Tondo menunjukkan peningkatan hasil yang signifikan dibandingkan sebelumnya.

Selama 4 kali menggunakan produk NASA, hasil panennya selalu diatas rata-rata, tentunya 10 ton GKP per hektar bukan hasil yang terlalu “wah”. Jauh berbeda dengan petak petani lain. Rata-rata hasil yang didapat berkisar 7 ton GKP per ha.

Menurut Tondo kunci keberhasilannya adalah pada pemupukan dan pola penanaman. Pupuk diberikan secara berimbang sesuai dengan kebutuhan tanaman. “Waktu pemupukan harus tepat,” kata ketua Kelompok Tani Ngudi Rejeki kecamatan Gamping, Sleman.

Selain menggunakan pupuk makro berimbang, lahan pertanamannya sudah pasti menggunakan produk-produk NASA. SUPERNASA, POWER NUTRITION dan GREENSTAR menjadi andalan pupuk organik lengkap makro dan mikro.


Lahan seluas 3.300 m2 milik Tondo membutuhkan 8 botol SUPERNASA 250g, 4 botol POWER NUTRITION 500g dan 6 dus GREENSTAR. Dengan dosis pemupukan ini, cukup menyokong pertumbuhan tanaman yang hasilnya dapat meningkatkan panen.

Aplikasi pemupukan ini disesuaikan dengan jadwal yang sesuai dengan pertumbuhan tanaman. Secara keseluhan pemberian pupuk dilakukan 3 kali, yaitu sebagai pupuk dasar, pada umur 15-20 hari setelah tanam (HST) dan umur 40-50 HST. SUPERNASA diaplikasikan sebagai pupuk dasar (6 botol) dan pemupukan ke-3 (2 botol). GREENSTAR pemupukan ke-2 (2 dus) dan ke-3 (4 dus), sedangkan POWER NUTRITION pada pemupukan ke-3 saja.

Produk lain yang menunjang juga diberikan. Tondo menggunakan GLIO dan PESTONA untuk mengamankan hasil panennya. Masing masing produk tersebut adalah 3 dus untuk GLIO dan 3 botol PESTONA.

Tondo juga menerapkan pola tanam dengan menyisipkan penanaman palawija setiap 2 tahun. Meskipun air irigasi melimpah, ia tidak lantas tergoda untuk menanam padi secara terus menerus.

Menurut petani yang juga penangkar benih ini, sistem penanamannya jejer legowo 6:1. Setiap 6 baris tanaman padi diberi jarak sebelum 6 baris berikutnya. Jarak tanamnya 24 cm yang pada umumnya hanya 22 cm. Sedangkan setiap lubang tanam hanya ditanam 1-2 bibit padi.

System penanaman ini secara kenampakan fisik menunjukan perbedaan dibandingkan penanaman lainnya. “Kalau diamati ada perbedaan, anakannya rata-rata sebanyak 25 batang sedangkan lainnya 22 batang sudah bagus,” kata Tondo.

Dengan pengalaman di atas saya mengajak anda para petani yang belum menggunakan produk-produk Nasa Segeralah Mencoba dan Anda akan tahu sendiri Hasilnya.Untuk mendapatkan produk Nasadapat melalui website ini. Nah, kalau padi nya sehat, istri pak tani juga harus sehat. Maka kayaknya istri pak Tondo pun pakai Crystal X. Crystal X adalah juga produk PT Natural Nusantara khusus istri pak Tani :D

Terima Kasih Semoga Bermanfaat

Selasa, 03 April 2012

Timun Dan Jagung NASA

Inuilah cerita bapak Daelami, Desa Wonoanti Kec. Gandosari,Kab. Trenggalek - Jawa Timur Tentang penggunaan pupuk nasa di Tanaman Jagung Dan Timun

Penggunakan POC NASA saya lakukan pada tanaman timun dan jagung saat kedua tanaman sudah menginjak umur 25 hari. Pertumbuhan kedua tanaman yang tadinya kurang bagus kini menjadi bagus dan sehat. Pertumbuhan tanaman lebih cepat dari biasanya.

Dahulu bunga dan buah kurang merata, tetapi setelah menggunakan POC NASA dan HORMONIK menjadi merata dan banyak lagi. Perlakuan produk yakni dengan takaran dosis 30 cc POC NASA dari Natural Nusantara + 10 cc HORMONIK dilarutkan dalam 14 liter air ( 1 tangki),

saya semprotkan pada tanaman seminggu sekali. Hasilnya sangat membanggakan. Secara keseluruhan tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman semakin nyata dan saya makin yakin dengan produk dari PT. NASA.

Salam Nasa.

Powered by Crystal X